Tugas Pertemuan 11
Matakuliah PENGOLAHAN CITRA
|
Kelas :17.5A.07
|
|
No.
|
NIM
|
Nama
|
|
1
|
17200438
|
ABDUL AZIZ KARIM ROMADHON
|
Program Studi Teknologi
Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana Informatika
PEMROSESAN CITRA BERWARNA &APLIKASI DENGAN JAVA
Erwin M.FACHRURROZI
Citra bewarna merupakan salah satu fungsi dari dua
variabel f(A,B), dimana A dan B merupakan titik koordinat
spasial dan nilai f(A,B) merupakan hasil intensitas citra dari
titik koordinat tersebut, teknologi dasar yang dapat
menghasilkan sebuah warna dalam citra digital merupakan
gabungan antara 3 citra warna yang biasa disebut dengan
kata RGB.
Format citra digital ini memiliki karakteristik
masing – masing berdasarkan pada tipe dan cara kompresi
yang digunakan. Berikut dua format citra digital yang sering
dipakai :
Bitmap merupakan format yang sering digunakan
dan salah satu format standar yang digunakan oleh windows.
Format dalam penyimpanan file ini dilakukan secara terbalik
yang dimulai dari data yang bawah menuju atas. Ukuran file
dalam format ini cukup besar sehingga dapat mencapai
ukuran Megabytes. File yang menggunakan format ini belum
dilakukan kompresi dan memakai sistem RGB (Red, Green
and Blue) diman 3 warna tersebut dicampur menjadi satu.
Sebuah citra dengan ukuran 8 bit, maka lebar dari citra itu
adalah kelipatan dari empat jika hal itu tidak dilakukan maka
pada saat penyimpananya nanti akan ditambahkan secara
manual menjadi kelipatan empat (Lestari, 2012). Salah satu
4
software yang dapat membuka file tersebut adalah ACDSee,
Paint, Irvan View dan lain sebagainnya.
JPG merupakan salah satu format file yang terkenal
hingga sekarang ini. Dikarenakan format ini berukuran kecil
dan bersifat portable serta sering digunakan dalam bidang
fotografi.
Image processing merupakan proses manipulasi,
analisis, memperbaiki, dan mengubah suatu informasi yang
terdapat dalam gambar yang dilakukan dengan komputer.
Maksud dari informasi gambar adalah gambar dalam bentuk
visual dalam dua dimensi. Konsep dasar dari image
processing ini dapat diperoleh dari kemampuan mata
manusia yang nantinya akan disalurkan ke dalam otak.
Image processing banyak digunakan karena tingkat
keberhasilan yang didapat sangat tinggi. Image processing
ini merupakan gabungan dari beberapa bidang ilmu misalnya
optik, elektronik, matematika, fotografi, dan teknologi
komputer(Davies, 2012).
Tujuan dari image processing adalah
mentransformasikan dan menganalisis suatu gambar agar
didapat informasi baru yang jelas dari gambar tersebut. Cara
pengaplikasian image processing yaitu Sistem Temu
Kembali Citra.
Model warna Red Green Blue (merah, hijau dan
biru). Apabila pada ruangan tidak terdapat cahaya (gelap)
maka tidak ada gelombang cahaya yang dapat dihasilkan
oleh mata sehingga nilai RGB (0,0,0) dan apabila kita
tambahkan sebuah cahaya yang berwarna merah maka akan
menghasilkan nilai RGB (255,0,0) dan semua benda yang
ada dalam ruangan tersebut akan berwarna atau terlihat
berwarna merah, begitu pun sebaliknya.
Menurut Tri Stimulus Vision teori yang mengatakan
bahwa manusia dalam melihat warna yaitu dengan cara
membandingkan cahaya yang diterima dengan sensor –
sensor peka cahaya dalam retina. Sensor – sensor dapat
melihat dengan panjang gelombang 630 nm (merah), 530 nm
(hijau), dan 450 nm (biru)(Choi et al., 2013). Berikut contoh
gambar yang dapat menerangkan sudut – sudut dari sumbu
R,G, dan B :
Model warna RGB adalah salah satu model additive
dimana intensitas dalam suatu warna primer dijumlahkan
sehingga akan menghasilkan warna lainnya. Model warna
RGB dapat digabungkan dengan halftoning yang dapat
menghasilkan warna yang lebih banyak. Dalam sistem
on/off, model warna RGB hanya terdapat 8 warna, dimana
nilai halftoning 2 x 2 yang menghasilkan 125 (5 warna merah
x 5 warna hijau x 5 warna biru).
Warna CMY merupakan hasil dari campuran warna
merah, hijau, dan biru. Dua warna dikatakan komplementer
(campuran) karena warna yang digabung dengan jumlah
persentasi yang sama akan mendapatkan warna putih.
Contoh Cyan dicampurkan dengan red akan menghasilkan
warna putih, maka dapat dikatakan bahwa cyan merupakan
komplemen warna Cyan(Munir, 2004).
Model warna CMY dapat dipakai agar menghasilkan
citra berwarna, disebabkan karena adanya
ketidakmaksimalan tinta, model CMY tidak bisa
mengeluarkan warna hitam yang sempurna. Oleh sebab itu
warna CMY diperbaiki lagi dengan model CMYK, dimana
K merupakan gabungan dari warna keempat
8
Model CMYK disebut juga sebagai warna
subtractive colors. Dari sudut pandang tinta setiap tinta yang
dicetakkan tidak menghasilkan warna yang maksimal, maka
dari ketiga warna tinta tersebut hanya dapat menghasilkan
warna coklat gelap. Sehingga untuk menghasilkan warna
hitam dibutuhkan kombinasi dengan warna hitam. Hasil
seluruh kombinasi tinta ini yaitu four-color process
printing(Chiang, Tai, Yang, Huang, & Huang, 2003).

Hue Saturation Intensitas dimana Hue
memdefinisikan sebagai warna murni misalkan warna
merah, warna violet dan warna orange. Hue dapat
dimaanfaatkan sebagai pembeda dan penentu kekuningan,
kebiruan, kehijauan dan lain – lain pada suatu sinar. Saturasi
merupakan derajat banyaknya warna murni dengan warna
putih dan Intensitas merupakan gabungan dari informasi
9
warna H dan warna S. Intensity ini garis yang
menghubungkan titik black dan white(Darmaga et al., 2006).

Pengolahan citra warna merupakan pemrosesan citra
yang dikhususkan untuk citra yang mempunyai warna
(bukan hitam-putih atau greyscale). Pengolahan citra
berwarna lebih banyak dikembangkan dibanding
pengolahan citra hitam-putih atau greyscale. Salah satu
penyebabnya adalah karena untuk citra hitam putih banyak
memiliki kekurangan, salah satunya adalah lebih banyak
informasi yang hilang dari citra hitam-putih dibanding
dengan citra berwarna. Color Image Processing
mempunyai berbagai proses dalam penerapannya,
diataranya adalah color transformation, color
segmentation, smoothing, sharpening, color image
compression, dan lain sebagainya(Gonzalez, Woods, &
Masters, 2007). Yang akan dibahas dalam makalah ini
adalah Color Transformation. Color Transformation
merupakan salah satu proses Image Processing yang
khususnya digunakan untuk mengubah komponen sebuah
citra berwarna pada konteks model warna tunggal(Othman
& Sabudin, 2015).
Color complements merupakan
metode transformasi warna yang
menggunakan opposite color pada
lingkaran warna, yang artinya adalah
menggantikan warna pada citra dengan
warna pada sisi yang berlawanan yang ada
pada lingkaran warna. Contohnya adalah
warna Red (merah) digantikan dengan
warna Cyans, warna hitam digantikan
dengan warna putih, dan
sebagainya(Gonzalez et al., 2007). Color
complements biasanya digunakan pada
citra greyscale negatives. Metode ini
berguna untuk memperbaiki dan
memperjelas batasan pada citra(Nakajima
& Taguchi, 2014).
Tidak seperti pemrosesan citra yang lain, Color
Complements tidak tergantung pada HSI (Hue, Saturation,
and Intensity)(Duangphasuk & Kurutach, 2013). Untuk
metode color complements itu sendiri tidak merubahah
23
ketajaman warna (saturation) dari citra, metode ini hanya
menampilkan pebedaan visual dari citra sebelum dan
sesudah di transformasi(Chen, Hsieh, & Chen, 2010).
Color Slicing atau yang bisa desebut juga pemisahan
warna merupakan metode yang digunakan untuk
memisahkan suatu objek dalam suatu citra dari warna atau
objek lain disekitarnya. Tujuan utama dari metode ini ialah
(1) menampilkan (memisahkan) objek atau warna yang
menarik dari objek atau warna latarnya, (2) menggunakan
daerah yang sudah disisihkan untuk pemrosesan lebih
lanjut(Gonzalez et al., 2007).
Penghalusan citra warna (Color Image Smoothing)
digunakan pada proses untuk menekan gangguan (noise)
(Sangdong & Ai Zhibin, 1999). Salah satu gangguan pada
citra berupa tingginya frekuensi piksel komponen citra yang
tak seimbang. Bentuk dari ketidakseimbangan frekuensi
yakni adanya perbedaan intensitas piksel yang tidak
berkolerasi dengan piksel tetangganya mengakibatkan
gangguan yang dapat dilihat oleh mata. Secara visual citra
terlihat pecah – pecah, pada citra berwarna terlihat lebih jelas
pecah-pecah dari komponen citra itu. Proses penghalusan
citra ini akan menghasilkan efek blurring yang mereduksi
noise sehingga kualitas citra menjadi lebih baik (Pan, Tang,
& Pan, 2008).
Salah satu metode penghalusan citra yang paling
banyak digunakan adalah average mean atau mean filter (Fu,
Xiong, & Sun, 2011). Dalam average mean, piksel tetangga
dari gambar yang akan dihaluskan diganti dengan nilai ratarata piksel tetangga sesuai dengan nilai mask filter yang
sudah ditentukan (Bharath, Akkala, Rajalakshmi, & Kumar,
2015). Operasi dari average mean menekankan pada operasi
penjumlahan dan perkalian dari piksel gambar.
Selain penghalusan citra, proses penajaman (image
sharpening) juga sangat diperlukan untuk memperjelas tepi
37
objek dalam suatu citra (Maa, et al., 2014). Penajaman citra
warna (Color Image Sharpening) merupakan proses
perbaikan citra bertujuan untuk memperjelas tepi objek citra
berwarna. Pada operasinya proses penajaman ini akan
menghilangkan bagian citra yang lembut, berkebalikan dari
proses penghalusan citra. Penajaman citra ini akan
memperkuat penapis lolos-tinggi (high-pass filter)
komponen piksel citra yang berfrekuensi tinggi dan menekan
komponen piksel yang berfrekuensi rendah. Dengan proses
ini maka secara visual pinggiran objek citra akan terlihat
lebih tajam dibandingkan sekitarnya. Oleh karena itu
penajaman citra sering dikenal juga dengan penajaman tepi
(edge sharpening).
Salah satu metode untuk mempertajam citra adalah
Laplacian dengan menggunakan metode laplace untuk
mendeteksi tepi. Metode ini merupakan metode transformasi
image dengan menggunakan penyelesaian persamaan
diferensial linier. Dalam prosesnya, metode laplacian ini
melakukan penajaman gambar dengan cara mengurangi
bagian yang buram/kabur dari citra aslinya sehingga
komponen tepi pada warna citra lebih tebal dan kuat
(Gonzales & Woods, 2002).
Penajaman atau memperjelas sisi pada citra umumnya
dilakukan dengan menggunakan laplician. Prinsip dalam
penajaman yakni dengan menjumlahkan citra yang asli
dengan citra hasil dari operasi deteksi tepi. Dalam
41
mendeteksi tepi digunakan operator laplace atau dikenal
dengan transformasi lapcian. Operator laplace digunakan
untuk menyelesaikan permasalahan linear divergen suatu
fungsi.
Aplikasi Penghitung Jumlah Orang Lewat Menggunakan Metode Normalized Sum-Squared Differences (NSSD).
DEDDY PRASETYA PUTERA
CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) atau warna Primer Subtraktif, warna ini dikenal sebagai warna Separasi / four color separation yang digunakan untuk print, dimana warna-warna tersebut biasa digunakan untuk keperluan cetak pada berbagai media keras seperti untuk pembuatan Brosur, Buku, Majalah, Cover CD. Media yang menggunakan pantulan cahaya untuk untuk meghasilkan warna memakai metode campuran warna subtraktif. Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian warna primer subtraktif: magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam. Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan campuran pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan. Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan lantas disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan "K" (key) dari istilah "key plate"
Segmentasi Warna HSV Telapak Tangan Untuk Deteksi Bakteri Pada Pendemi Covid 19
Anita Sindar Sinaga, Endra Marpaung
Tangan bagian tubuh yang mempunyai peran
penting. Cara paling tepat untuk mengindari kuman
bakteri maupun virus adalah melakukan cuci tangan
dengan sabun dan air menglir selama minimal 20
detik. Penelitian mengungkapkan pekerja harian yang
sering mencuci tangan maka akan sedikit
kemungkinan jatuh sakit. Berbagai jenis kuman dapat
menempel pada kulit telapak tangan yang tidak bisa
dilihat oleh mata. Bakteri berkembang biak pada
makhluk hidup maupun mati dengan cara menempel tanpa terlihat oleh mata manusia sehingga dengan
mudah merusak atau menginfeksi apa yang
ditempatinya. Spora terbentuk melindungi bakteri dari
lingkungan yang tidak menguntungkan. Spora
dibentuk untuk melindungi siklus hidup bakteri.
Contoh bakteri yang membentuk spora adalah
Bacillus, Clostridium, Thermactinomyces dan
sporocasina. Spora pada bakteri Bacillus berwarna
merupakan Bakteri pembentuk endospora Aerobik.
Bentuk bakteri tidak beraturan hanya dapat terlihat
melalui alat contohnya mikroskop. Pantulan (reflectance) warna yang dimiliki
objek setelah menyerap sekumpulan cahaya
(intensitas) dipengaruhi sinar matahari. Hasil warna
yang ditangkap indra manusia tergantung dari
pantulan warna objek dan kemampuan objek
meneruskan cahaya warna. Pada proses segmentasi
RGB-Grayscale, citra masukkan akan dikonversi
berdasarkan tiga uraian pokok warna yaitu Red,
Green, dan Blue. Segmentasi HSV merupakan proses
pemisahan objek dengan seleksi warna berdasarkan
nilai Hue, Saturation, dan Value. Hue menunjukkan
atribut warna murni. Saturation menunjukkan
intensitas cahaya putih yang mempengaruhi tingkat
dominasi warna. Value menampilkan perbedaan
kecerahan (terang) objek.
Sebuah warna mengandung informasi penting
dalam pemrosesan citra digital karena memiliki
pertama, warna dapat merepresentasikan identifikasi
objek dengan menguatkan perbedaan deskripsi
komponen warna.
Kedua, visualisasi bentuk warna
yang dihasilkan dengan intensitas dapat dilihat oleh
manusia secara jelas.Suatu warna tidak mempunyai
nilai intensitas mutlak. Intensitas warna digital
terbentuk dari sekumpulan pixels dengan komponenkomponen warna primer Red Green Blue (RGB) dan
warna sekunder Cyan Magenta Yellow Black
(CMYK). Ukuran warna citra diukur dari panjang x
lebar pixels warna objek. Segmentasi warna dilakukan
untuk menganalisa pembentuk warna objek yang
dapat dioptimalkan dengan mengubah nilai toleransi
pada tiap elemen warna Hue, Saturation dan Value
(HSV Color). Pembentukan model warna merupakan
cara menspesifikasikan warna-warna pada posisi
sistem koordinat 3D, dan suatu ruang bagian yang
mengandung semua warna yang didefenisikan dalam
suatu model tertentu. Defenisi model warna
berhubungan dengan titik-titik pixels sebagai standar
warna dalam bidang pengolahan citra seperti RGB,
CMY, YIQ, HSI. Segmentasi memisahkan komponen
ciri warna berdasarkan sifat dan tujuan pengenalan
objek. Untuk mengidentifikasi bentuk tekstur bakteri
dilakukan segmentasi warna menggunakan objek citra
Bakteri Bacillus menyebar pada telapak tangan,
ukuran citra 700x648 pixel.
Segementasi warna dapat dipergunakan untuk
memperbaiki kualitas citra seperti mengidentifikasi
sputum penyakit TBC, maka dipergunakan metode
segmentasi fast k-means clustering. Tahapan
segmentasi citra dilakukan pada proses awal citra
bertujuan mendapatkan representasi informasi yang
bermanfaat dari suatu citra. Gambaran proses
segementasi dalam mendeteksi maupun
mengidentifikasi dimulai dengan menentukan nilai
toleransi warna yang akan dicapai sebagai standar
acuan warna. Penelitian deteksi kulit wajah
menggunakan segmentasi Ruang YCbCr. Segementasi
dengan warna kromatik adalah menentukan warna asli
citra. Warna YCbCr, yaitu Cb bernilai Luminance
(kecerahan ), Cb bernilai Crominance Blue (kebiruan)
dan Cr bernilai Crominance red (kemerahan).
Comments
Post a Comment